Saat sore hari, perjalanan pulang dari sekolah, 3 orang siswa membahas ulang tahun salah satu diantara mereka, yaitu Randy. Ia pun mengajak Amir untuk datang ke pestanya nanti malam. Padahal disana juga ada Adit yang ikut mendengarkan pembicaraan mereka.

"Mir, ntar malem lu mau gak party di rumah gue ?"

"Wah boleh juga tuh, Ndy. Mumpung gue gak ada acara di rumah. Emang ada acara apa'an ?"

"Yah cuman party kecil - kecilan. Nanti kita minum es berwarna merah gelap, makan - makanan resto kaya' 2 anggur putih dan sosis bakar panjang. Kamu mau dateng kan ?"

"Oke - oke nanti gue dateng."

"Baiklah, gue pulang duluan yah nyiapin partynya, gue cabut dulu yak!"

Adit pun menepuk pundak Amir yang tadi diajak Randy untuk party di rumahnya. Dan ia berbisik ke Amir.

"Mir, lu gak curiga sama Randy ?"

"Gak tuh. Emangnya kenapa ?"

"Menurut gue, lebih baik lu jangan datang."

Adit pun langsung pergi berlari begitu saja. Amir pun bingung untuk memutuskan apakah ia akan datang ataupun tidak. Malamnya, Amir tidak jadi datang karena ada suatu urusan. Ia pun selamat.

(Mengapa Adit melarang Amir untuk pergi ?)