Suatu malam di sebuah desa, terdapat kasus pencurian yang menimpa salah seorang warga, yaitu pak Aiman.

"Tolong! Tolong! Handphone dan perhiasan saya hilang !" Teriak pak Aiman keluar rumah. Warga sekitar rumah pak Aiman pun datang, begitu juga pak Haris, sebagai ketua RT desa tersebut.

"Kasus ini ternyata sudah serius, kemaren lusa juga ada warga yang kemalingan, 4 hari yang lalu juga gitu." kata pak Hilmy yang memulai bicara.

"Iya yah, seperti pencurian ini emang terencana setiap 2 hari." pak Haris pun menyetujui tanggapan pak Hilmy. Lalu ia pun melanjutkan,

"Coba bapak jelaskan bagaimana kejadiannya ?"

"Dari luar rumah, saya mendengar suara teriakan Saya datang! Saya datang! Lalu saya membuka pintu untuk melihatnya, eh ternyata gak ada orang," Pak Aiman menjawab. Ia pun melanjutkan,

"Setelah itu, saya masuk rumah dan kembali ke kamar, dan ternyata hp dan perhiasan saya hilang. Begitu pak."

"Jadi begitu, besok lusa kita tangkap mereka bareng - bareng"

"Siap pak." Semua warga menjawab, begitu pula pak Aiman.

Hari yang dinanti pun tiba, yaitu lusa setelah kejadian di rumah pak Aiman. Para warga berkumpul di rumah pak Haris, rumah ketua RT. Pak Haris mengabsen semua warganya untuk memastikan semuanya siaga menangkap pencurinya. Ketika sampai pada nama pak Aiman, pak Haris bertanya,

"Pak Aiman ada ?"

Salah satu warga menjawab, "Gatau pak, keliatannya belum dateng."

"Baiklah. Kita tunggu saja pencurinya lewat disini."

Setelah pukul 10 malam lewat, kemudian terdengar suara teriakan,

"Saya datang! Saya datang!"

Para warga dan juga pak Haris pun keluar rumah dan menghampiri sumber suara. Mereka melihat seseorang menggunakan sarung di sepanjang tubuhnya, yang terlihat hanya matanya. Pak Haris pun menghampiri dan menepuk punggungnya,

"Kena kamu!"

Ia pun terkejut dan membuka sarungnya,

"Ada apa ya pak RT ?"

"Loh pak Badar ? Bukannya bapak lagi bertugas meronda ?"

"Lah ini saya meronda pak, saya kedinginan mangkanya saya pakai sarung. Emang ada apa ya pak rame - rame begini ?"

"Ada kasus pencurian pak, kata korban, mereka mendengar pencurian setelah bapak bilang Saya datang! Saya Datang!"

"Saya datang ?"

Selang beberapa saat kemudian, istri pak Haris keluar dari rumah dan berteriak,

"Pak! Tolong! Perhiasanku hilang pak! Tadi ada, sekarang udah ilang!"

(Siapakah sebenarnya yang mencuri ?)