Ketika jam istirahat, Fandy, sebagai ketua kelas pergi ke ruang wali kelasnya, Bu Endah. Kata teman sekelasnya, Rohman, bu Endah mau memberi info penting mengenai uang untuk Fandy namun entah uang apa itu. Fandy pun bergegas pergi dan sampailah ia di ruangan Bu Endah.
"Masuk Fan." Fandy masuk.
"Ada apa ya bu ?"
Bu Endah tersenyum sendiri.
"Ini hari baik! Dana sekolah untuk peralatan kelas sudah ada disediakan. Tinggal dianter aja sama orang Tata Usaha kesini. Entah kapan dianternya, besok apa sekarang ibu gak tahu."
"Wah, syukurlah bu."
"Iya, tapi saat ini ibu ada acara di rumah, kamu disini aja dulu, nanti kalau orangnya datang, langsung aja suruh beri ke kamu. Terus kalau udah, kamu kasih ke Bendahara."
"Siap bu." Bu Endah pun langsung pergi.
Tak berapa lama, tiba-tiba ada panggilan ketua kelas, Fandy pun bingung dan akhirnya ia mendapatkan ide untuk menuliskan surat diatas kertas, yang berbunyi,
"Kalau Anda mengantarkan uang untuk Bu Endah, silahkan taruh saja uangnya disini."
Ia pun bergegas pergi ke tempat informasi. Di tengah perjalanannya, ia bertemu dengan Mega, bendahara kelasnya, yang mau pergi ke kantin.
"Meg, kalau ada uang di meja Bu Endah dan aku belum kembali dari panggilan, kamu simpen uangnya yah."
Mega mengangguk dan melanjutkan perjalanan ke kantin. Ketika Mega di kantin, dan Fandy sedang di tempat informasi, datanglah seseorang ke ruangan Bu Endah. Ia adalah Pak Takim. Pak Takim adalah teman dekat dari bu Endah yang suka meminjam uangnya. Namun kali ini, ia berniat untuk mengembalikannya.
Ia pun masuk, dan tak ada seorang pun di dalam. Tapi ia menemukan sebuah surat yang menyuruhnya untuk meletakkan uang itu, ia pun berfikiran bahwa itu ditulis oleh Bu Endah, sahabatnya.
Selesai, Pak Takim kemudian keluar. Setelah itu, berselang beberapa menit setelah Pak Takim keluar, Mega pergi ke ruangan bu Endah dan melihat orang TU keluar dari ruangan itu sambil memasukkan saputangan ke dalam saku celananya.
Ia pun masuk ke dalam untuk memastikan apakah uangnya ada atau tidak. Dan ternyata Mega menemukan ada uang di surat yang dikatakan oleh Fandy. Ia pun senang tidak perlu lama - lama untuk menunggu pekerjaan ini.
Saat pulang sekolah, Mega mengonfirmasi Fandy bahwa uangnya sudah ia terima. Kemudian Fandy mengonfirmasi juga ke Bu Endah.
"Oh, yaudah, terima kasih ya Fan." Ujar Bu Endah. Membahas soal uang, ia pun tersadar bahwa ada sahabatnya yang memiliki hutang, lalu Bu Endah menelponnya,
"Eh, kamu gak lupa kan bayar hutangnya ?"
"Loh udah lunas kan ? Aku tadi sudah taruh uangnya di meja kamu kok."
"Sebentar, aku mau ke mejaku buat ngecek uangnya."
"Oke. Gimana ? Ada kan, ngapain juga aku lupa sama hutangku, ndah."
"Enggak ada disini, Kim ! Masa' ada maling di ruangan begini."
"Wah susah ini, ndah !"
"Benar - benar hari baik." Bu Endah bicara dengan nada kesal.
(Siapakah pencuri uang tersebut ?)

0 Response to Kasus 2 : Hari Baik
Post a Comment